Minggu, 07 Juli 2019

3 Bacaan Wirid Sayyidina Ali yang Tidak Pernah Beliau Tinggalkan


3 Wirid Sayyidina Ali - Membaca Wirid atau dzikir merupakan perbuatan terpuji dan selalu dianjurkan kepada seluruh umat Islam. Sebab, dengan Wirid berarti kita ingat kepada Allah, Dzat yang telah menciptakan alam semesta.

Banyak sekali macam bacaan Wirid yang diajarkan oleh baginda yang kemudian ditransmisikan secara turun temurun dari generasi sahabat hingga era kontemporer seperti saat ini.

Dalam hal ini,  ada tiga wirid yang tidak pernah ditinggal oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib semenjak beliau diajarkan, yaitu membaca Subhanallah 33 Kali,  Alhamdulillah 33 Kali dan Allah Akbar 34 kali sebelum tidur. Amalan wirid atau dzikir ini tidak pernah ditinggalkan oleh Sayyidina Ali bin Thalib walaupun pun waktu p3rang.

Wirid Sayyidina Ali

Sebenarnya,  wirid ini berawal dari cerita sayyidah Fatimah yang merasa kewalahan dalam mengurus rumah tangga.

Diceritakan,  suatu malam ketika sayyidina Ali dan Sayyidah Fatimah hendak tidur. Tiba-tiba datang baginda Nabi. Nabi bertanya kepada sayyidina Ali "Mengapa tadi siang Fatimah datang ke rumahku" tanya baginda Nabi. Sayyidina Ali menjawab "ia datang karena sudah lelah memasak menggiling tepung Ya Rasulullah, ia mengurus rumah, berkhidmah pada suami dan anak-anaknya, sehingga tangannya berbekas alat penggiling. Ia mendengar Engkau sedang bagi-bagi pembantu, maka ia ingin meminta satu pembantu untuk membantu pekerjaannya." Nabi menjawab "Maukah kalian aku tunjukkan yang lebih baik dari itu?". Ia wahai Rasulullah,  jawab sayyidina Ali. Nabi bersabda "Jika kalian hendak tidur, maka baca lah subhanallah 33 kali,  Alhamdulillah 33 kali dan Allahu Akbar 34 kali,  itu baik daripada pembantu."

Sayyidina Ali berkata, semenjak itu, aku tidak pernah meninggalkan wiridan itu sebelum aku tidur. Bahkan ketika p3rang Siffin berlangsung.

Habib Umar berkata, istiqomah lah membaca wirid ini. Sebab ia akan menyinari hati dan membersihkannya, menolak balak, meningkatkan derajat dan bersambung dengan Ahli Hadroh.

Minggu, 11 Maret 2018

Daftar Nama Surat Dalam al-Quran (30 Juz) Lengkap Dengan Jumlah Ayatnya


Kamis, 22 Februari 2018

3 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Harta Warisan Dibagikan


3 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Harta Warisan Dibagikan- Secara etimologi, kata “Warisan” berasal dari kata “Al-miirats”. Dalam tatanan bahasa arab kata “miirats “ adalah bentuk masdar (infinititif) dari akar kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Kata ini secara bahasa berarti sesuatu yang tersisa (tertinggal), ma yubqi minal asyya’. Sedangkan dalam istilah syara’ (syariat), mirats alias warisan bermakna apa-apa yang ditinggal mati oleh mayit, sedikit ataupun banyak. Dalam al-Quran Allah berfirman:

(لِّلرِّجَالِ نَصيِبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاء نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيباً مَّفْرُوضاً) سورة النّساء، 7

Artinya: “Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.”

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum harta warisan dibagikan pada ahli warisnya dan kapan warisan itu dibagi sesuai dengan aturan kitab suci al-Quran. berikut penjelasnanya:

1. Mengambil sebagian harta untuk keperluan perwatan jenazah mayit. Semisal, biaya kain kafan, papan, ongkos penggali kubur dll.

2. Mengambil sebagian harta untuk melunasi segala hutang-hutangnya selama hidup di . baik beruipa hutang uang, zakat, nadzar (berbentuk harta). Hal inii sesuai dengan firman Allah

مِن بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَآرٍّ وَصِيَّةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ) سورة النّساء، 12

Artinya: “sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.”

3. Mengambil harta untuk keperluan wasiat. Hal ini apabila memang benar-benar ada wasiat dari mayit. Namun tetap  harus tidak melebihi dari sepertiga harta.

Setelah 3 hal ini sudah dilakukan, maka harta warisan siap untuk dibagikan pada orang berhak (ashabul furudh) sesuai ketentuan dalam al-Quran.

Selasa, 20 Februari 2018

Sifat Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Nabi dan Rasul Plus Artinya


Sifat Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Nabi dan Rasul Plus Artinya-Sifat wajib bagi Para rasul ialah sifat yang harus dimiliki para Nabi & Rasul sebagai Makhluk pilihan Allah. Sedangkan sifat mustahil bagi Nabi Dan Rasul adalah sifat yang mustahil dan tidak mungkin dimiliki oleh para Nabi dan Rasul, karena mereka semua maksum (terjaga dari dosa). Berikut akan dibahas secara detail mengenai sifat wajib dan mustahil bagi Rasul dan Nabi.

Sifat Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Nabi dan Rasul Plus Artinya

Sidiq

Para Rasul harus dan wajib memiliki sifat Sidiq ini, Dalam bahasa arab, sidik dalam berarti jujur dan benar. Tidak mungkin dan Mustahil  para rasul Allah memiliki sifat Kizib (Dusta).

Dalam kamus bahasa arab Kizib berarti  bohong  atau dusta. Para rasul pasti bersifat sidik, baik secara perkataan maupun perbuatan. Karena sifat ini lah ajaran yang di bawah para rasul dapat di terima dan di ikuti oleh umat manusia.

Amanah

Para rasul wajib mempunyai sifat Amanah ini, amanah yang berartikan Jujur (dapat di percaya), mustahil rasul Allah memiliki sifat khianat yang berarti tidak dapat di percaya. Para rasul akan selalu dapat menjaga amanah yang di berikan Allah SWT.

Tabligh

Rasul juga wajib bersifat tablig yang artinya menyampaikan apa-apa yang diwahyukan pada mereka dan mustahil rasul bersifat kitman yang artinya menyembunyikan. Para rasul akan senantiasa menyampaikan apa-apa yang telah diwahyukan  Allah SWT.

Fathanah

Semua rasul wajib bersifat fatanah yang artinya cerdas, sangat mustahil para rasul bersifat baladah yang artinya dungu, bodoh. Logikanya, jika para  rasul bodoh tidak mungkin mereka bisa membimbing umatnya.

Senin, 19 Februari 2018

6 Cara Efektif Menghafal al-Quran Sendiri


Cara Menghafal al Quran Sendiri (Tidak Mudah Lupa).Terbukti !- Al-Quran adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yang mengandung I’jaz ( mukjizat ) serta sampai kepada kita secara mutawatir. Al-quran telah di jamin oleh Allah tentang keutuhannya. Al-Quran yang kita baca sekarang adalah al-Quran yang dulu turunkan kepada nabi Muhammad SAW, tak ada satu ayat bahkan surat pun yang tertinggal. Sebab ia telah dijaga utuh oleh Allah SWT. Sesuai Firman-NYA

انا نحن نزلنا الذكر وانا له لحافظون        
                             
“ Sesungguhnya kami ( Allah ) yang telah menurunkan al-Quran dan kami pula yang akan menjaganya “

Merupakan suatu kebanggaan jika kita mampu menghafal dan memahami ayat demi ayat, surat demi surat yang terdapat dalam al-Quran ( 30 juz ) dengan baik dan benar. Banyak sekali umat islam yang memiliki keinginan kuat untuk menghafalkannya, sebab memang banyak sekali faidah dan keutamaan bagi penghafal al-Quran yang di sebut dalam hadis. namun keinginan tersebut seringkali kandas di tengah jalan hanya karena tidak tahu bagaimana cara mengahafalkan al-Quran.

6 Cara Efektif Menghafal al-Quran Sendiri

Banyak sekali metode cepat hafal al Quran yang telah di tawarkan oleh lembaga-lembaga Tahfidz. Semisal hafal al Quran dalam 1 tahun bahkan hanya 40 hari. Namun hal itu tidak mengurangi sedikitpun keinginan kami untuk menulis artikel ini, sebab kami disini hanya berbagi cara dan pengalaman kami dalam menghafal al Quran. Tanpa basa basi , Langsung saja simak berikut ini;

1-Perbaiki Niat

Niat merupakan hal yang pokok dalam segala macam  amal perbuatan khususnya dalam menghafalkan al Quran, sebab Nabi Muhammad SAW telah bersabda

انما الاعمال بالنيات الخ                      
                        
Artinya ” Segala sesuatu itu tergantung niatnya “

2- Kuatkan Tekad

Tekad atau keinginan merupakan hal yang sangat penting dalam menjalankan hafalan al-Quran, tanpa tekad yang kuat, seorang penghafal akan mudah putus asa , sebab kesemangatan itu naik turun, sekarang kita semangat namun besok belum tentu, oleh karena itu tekad yang kuat sangat dibutuhkan.

3-Membaca berulang-ulang

Al Quran butuh ditakror ( dibaca berulang-ulang). Ia tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus diikat dengan ikatan yang sangat kuat. Sebab dalam sebuah keterangan dijelaskan bahwa al Quran itu mudah di hafal, namun mudah hilang. Oleh karena itu, kita harus mengikatnya dengan sekuat mungkin dengan cara membacanya berulang-ulanng. Bahkan Habib Umar bin Hafidz ketika menjelaskan metode menghafal al quran yang baik dan benar ialah dengan mengulang-ngulangi bacaannya ( nakror ) sebanyak 25 kali setelah ia bisa hafal dengan lancar, dan hal itu akan memperkuat hafalan kita.

4-Takror Silang

Langkah ini juga sangat penting. Sebab dengan metode takror silang kita bisa  mengetahui kekurangan-kekurangan huruf dan ayat dalam hafalan kita.

5-Istqomah

Istiqomah merupakan suatu hal yang sangat sulit di kerjakan namun masih bisa diusahakan. Tanpa keistiqamahan yang mapan, hafalan yang kita peroleh sangat rawan hilang. Karena itu, ketika kita siap untuk mengahafal al Quran, berarti kita juga siap untuk mengaji seumur hidup kita.

6-Berdoa

Dalam mengahafal al Quran, kita tidak bisa mengandalkan kekuatan dlohir kita, namun kita juga butuh pertolongan dari Allah SWT supaya kita selalu diberi kesehatan dan semangat serta bisa menjadi penghafal al Quran yang baik dan lancar. Terutama jagalah sholat lima waktu dan perbanyak dzikir.


Sumber: Najapedia.com