Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Daftar Nama Surat Dalam al-Quran (30 Juz) Lengkap Dengan Jumlah Ayatnya


Kamis, 22 Februari 2018

3 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Harta Warisan Dibagikan


3 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Harta Warisan Dibagikan- Secara etimologi, kata “Warisan” berasal dari kata “Al-miirats”. Dalam tatanan bahasa arab kata “miirats “ adalah bentuk masdar (infinititif) dari akar kata waritsa- yaritsu- irtsan- miiraatsan. Kata ini secara bahasa berarti sesuatu yang tersisa (tertinggal), ma yubqi minal asyya’. Sedangkan dalam istilah syara’ (syariat), mirats alias warisan bermakna apa-apa yang ditinggal mati oleh mayit, sedikit ataupun banyak. Dalam al-Quran Allah berfirman:

(لِّلرِّجَالِ نَصيِبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاء نَصِيبٌ مِّمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيباً مَّفْرُوضاً) سورة النّساء، 7

Artinya: “Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.”

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum harta warisan dibagikan pada ahli warisnya dan kapan warisan itu dibagi sesuai dengan aturan kitab suci al-Quran. berikut penjelasnanya:

1. Mengambil sebagian harta untuk keperluan perwatan jenazah mayit. Semisal, biaya kain kafan, papan, ongkos penggali kubur dll.

2. Mengambil sebagian harta untuk melunasi segala hutang-hutangnya selama hidup di . baik beruipa hutang uang, zakat, nadzar (berbentuk harta). Hal inii sesuai dengan firman Allah

مِن بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَى بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَآرٍّ وَصِيَّةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ) سورة النّساء، 12

Artinya: “sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.”

3. Mengambil harta untuk keperluan wasiat. Hal ini apabila memang benar-benar ada wasiat dari mayit. Namun tetap  harus tidak melebihi dari sepertiga harta.

Setelah 3 hal ini sudah dilakukan, maka harta warisan siap untuk dibagikan pada orang berhak (ashabul furudh) sesuai ketentuan dalam al-Quran.

Selasa, 20 Februari 2018

Sifat Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Nabi dan Rasul Plus Artinya


Sifat Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Nabi dan Rasul Plus Artinya-Sifat wajib bagi Para rasul ialah sifat yang harus dimiliki para Nabi & Rasul sebagai Makhluk pilihan Allah. Sedangkan sifat mustahil bagi Nabi Dan Rasul adalah sifat yang mustahil dan tidak mungkin dimiliki oleh para Nabi dan Rasul, karena mereka semua maksum (terjaga dari dosa). Berikut akan dibahas secara detail mengenai sifat wajib dan mustahil bagi Rasul dan Nabi.

Sifat Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Nabi dan Rasul Plus Artinya

Sidiq

Para Rasul harus dan wajib memiliki sifat Sidiq ini, Dalam bahasa arab, sidik dalam berarti jujur dan benar. Tidak mungkin dan Mustahil  para rasul Allah memiliki sifat Kizib (Dusta).

Dalam kamus bahasa arab Kizib berarti  bohong  atau dusta. Para rasul pasti bersifat sidik, baik secara perkataan maupun perbuatan. Karena sifat ini lah ajaran yang di bawah para rasul dapat di terima dan di ikuti oleh umat manusia.

Amanah

Para rasul wajib mempunyai sifat Amanah ini, amanah yang berartikan Jujur (dapat di percaya), mustahil rasul Allah memiliki sifat khianat yang berarti tidak dapat di percaya. Para rasul akan selalu dapat menjaga amanah yang di berikan Allah SWT.

Tabligh

Rasul juga wajib bersifat tablig yang artinya menyampaikan apa-apa yang diwahyukan pada mereka dan mustahil rasul bersifat kitman yang artinya menyembunyikan. Para rasul akan senantiasa menyampaikan apa-apa yang telah diwahyukan  Allah SWT.

Fathanah

Semua rasul wajib bersifat fatanah yang artinya cerdas, sangat mustahil para rasul bersifat baladah yang artinya dungu, bodoh. Logikanya, jika para  rasul bodoh tidak mungkin mereka bisa membimbing umatnya.